ONE Championship – Quest for Power
Seperti apa jalannya pertarungan antara Bigdash dan Prachnio nanti?

Date & Time

14 January 2017 starting from 7 PM

Place

Jakarta Convention Center

Senayan, Jakarta

Tickets

  • Category 1

IDR 3.000.000 *

  • Category 2

IDR 1.200.000 *

Applicable for Standard Disc 15% from Dec 23, 2016 – Jan 5, 2017

  • Category 3

IDR 500.000 *

Applicable for Standard Disc 15% from Dec 23, 2016 – Jan 5, 2017

  • Category 4

IDR 125.000 *

Free Seating

  • Category 5

IDR 75.000 *

Free Seating

* Tax and service fees are exclusive

For more information you can go to one.cognitix.id

The post ONE Championship – Quest for Power appeared first on HangOut Indonesia.

Dec 27, 2016 9:56 AM
Abenk Alter
Abenk Alter kini fokus pada seni visual, tapi bukan berarti dirinya meninggalkan dunia musik. (Foto oleh Satria Perdana)

“Hai bro, sampai juga ya akhirnya. Macet nggak?”

Begitu sapa pemilik nama Rizki Rizaldi Ranadireksa atau lebih dikenal sebagai Abenk Alter, ketika menyambut kami di rumahnya yang berada di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Kamis (22/12) siang.

Saat memasuki rumahnya, ada sejumlah lukisan karyanya yang tertata rapi di dinding, tapi ada juga yang disandarkan. Setelah melihat sejenak beberapa karyanya, kami diajak untuk bersantai di ruang makan, sembari berbincang-bincang tentang apa yang tengah dilakukannya sekarang.

Akhir tahun ini merupakan momen yang baik untuk Abenk yang November lalu melepas lagu berjudul Aura sebagai single terbarunya. Lagu yang berbicara dan bercerita tentang anaknya ini usut punya usut ternyata memiliki kisah unik dalam penggarapannya.

“Seperti yang lo tahu, tadinya lagu tersebut masuk ke dalam album kompilasi Pop Hari Ini yang dirilis sama temen-temen Organic Records, bareng Maliq & d’Essentials juga kan. Kebetulan dan sebenernya sih lagu itu dibuatnya cepet kok dan memang gue diajak untuk bikin ilustrasi albumnya, jadi memang ngebut bikin lagunya,” terang penggemar franchise tersukses sepanjang masa Star Wars ini.

“Jadi lagu tersebut dibuat sama produser, temen juga namanya Randy MP. Bukan Randy Nidji kok, hahaha… Dia emang konsentrasinya di belakang layar sih, jadi ya mungkin banyak orang belum tahu juga. Jadi pas dapet proyek dari temen-temen Organic untuk ilustrasi cover, sekalian diajak isi lagu juga. Kebetulan ngikutin deadline dari cover juga, terus ya gue bikin lirik, Randy coba otak-atik, cepet kok cuma beberapa minggu, terus lagunya keluar deh. Dan bisa dibilang memang berbeda dengan lagu-lagu gue sebelumnya,” jelas Abenk panjang lebar.

Antara art dan musik

Berkonsentrasi di dunia seni, membuat Abenk terkadang sulit untuk menjawab sebuah pertanyaan ini, lebih memilih seni (art) atau musik?

Namun, jawabannya pun memuaskan.

“Itu pertanyaan yang baik dan sulit untuk dijawab ya. Kalau gue sih akan memilih seni visual ya. Karena dari visual gue akan bisa untuk membuat sebuah musik. Seperti Aura, gue membuatnya saat melihat anak gue si Aura dan membayangkan tentang dirinya dulu sebelum akhirnya gue tulis dan buat lagunya,” jawab mantan personel Soul Vibe ini.

“Lebih ke saling melengkapi sih sebenernya seni dan musik itu. Karena sejujurnya, untuk di musik gue akan melihat ke depan gue akan seperti apa. Ya, memang akan ada beberapa single baru yang mungkin akan menjadi album gue selanjutnya. Tapi untuk kapan album itu akan dirilis tentu gue belum bisa jawab, bisa tahun depan mungkin,” tambahnya.

Keseriusannya memilih fokus di seni visual memang terlihat dari berkurangnya intensitasnya manggung. Tapi bukan berarti dirinya akan meninggalkan dunia musik.

“Nggak kok, nggak ninggalin musik, tapi mungkin gue akan lebih banyak berada di belakang layar. Nggak menutup kemungkinan juga gue akan mengeksplor genre-genre musik lainnya juga sih,” aku pemilik single berjudul Lain Waktu ini.

Abenk turut berkontribusi membuat lagu untuk musisi lain. (Foto oleh Satria Perdana)

Melanjutkan menulis lagu untuk musisi lain

Salah satu caranya aktif di belakang layar ya dengan menulis sebuah lagu. Baru-baru ini Abenk menulis sebuah lagu untuk DJ/Produser muda bernama Kurniawan Wicaksono atau yang dikenal sebagai Bleu Clair. Abenk menulis lagu untuk single pertamanya berjudul Mimpi Jadi Nyata yang dirilis dalam format bahasa Indonesia dan akan dirilis Januari mendatang.

“Waktu itu Bleu, si Kurni dateng ke gue untuk dibuatkan sebuah lagu dia, Mimpi Jadi Nyata. Di situ dia curhat panjang lebar soal mimpinya untuk jadi seorang musisi, sebagai DJ menjadi sebuah kenyataan. Waktu dia cerita ke gue pengen bikin lagu kayak gitu, dia curcol banyak sih, hahaha…” tuturnya.

BACA JUGA: Abenk Alter kembali dengan single berjudul Aura. Cek di lagunya di sini!

“Ya untuk membuat lagu ini seperti yang gue bilang tadi. Gue memvisualisasikan dulu diri gue sebagai Kurni. Tentang kisah hidupnya dan gue bener-bener membayangkan gue sebagai dirinya. Yang ternyata cukup pelik juga ya. Baru setelah itu gue bisa menulis lagunya dan Kurni bikin musiknya. Setelah dicek sama dia liriknya, baru deh kita buat bareng,” tambah pria yang suka hangout ke Ruci Senopati, Jakarta Selatan.

Sejauh ini Abenk mengaku mengikuti arus dan apa saja yang akan terjadi secara alamiah dalam karirnya ke depan. Tapi Ia juga mengaku memiliki tujuan atau goals-nya di tahun depan.

“Karena tetap harus ada tujuan mau apa ke depan. Tercapai atau tidaknya, setidaknya ada pegangan sih. Tapi ya semoga terwujud juga apa yang gue mau ke depan,” tandas Abenk yang kemudian mengajak kami untuk menikmati kopi di sore hari.

The post Abenk Alter Pilih Aktif di Balik Layar Dunia Musik? appeared first on HangOut Indonesia.

Dec 27, 2016 9:36 AM
Bleu Clair
Kurniawan Wicaksono, sosok di balik Bleu Clair yang kini tengah fokus di dunia musik Indonesia. (Foto oleh Satria Perdana)

Sosok pria muda yang masih seumuran mahasiswa tengah sibuk mengutak-atik komputernya. Ia terlihat sedang sibuk menyusun nada-nada untuk sebuah lagu. Kesibukannya tersebut terdengar sampai ke luar ruang studio kecil di lantai tiga rumah DJ/Producer Midnight Quickie, Irsan Ramadhan.

Ah, iya, pria muda ini namanya Kurniawan Wicaksono atau lebih sering dikenal sebagai Bleu Clair, bila Anda sering hangout ke club atau bar. Kami menemuinya pada Kamis (22/12) lalu, saat tengah mengerjakan proyek lagu baru di rumah Irsan yang juga menjadi basecamp Midnight Quickie. Pria yang disapa Kurni ini bisa dibilang sosok DJ/Producer yang patut diperhitungkan di masa mendatang.

Mengaku terjun dan belajar membuat musik elektronik karena terinspirasi Sonny Moore alias Skrillex, Kurni pun belajar secara otodidak saat duduk di bangku kuliah tahun 2012. Ia belajar mulai dari tanya teman sana-sini, menonton Youtube, dan juga banyak eksperimen sendiri. Nama Bleu Clair yang berarti Biru Muda ini pun keluar pada 2014 dan Ia mendapatkan kesempatan merilis single pertamanya saat itu di bawah naungan Pantheon, label musik elektronik raksasa dari Denver, Amerika Serikat.

Dari beberapa single-single yang sudah dirilisnya, ada sejumlah lagu yang di-remix oleh DJ-DJ ternama di dunia, seperti David Guetta, Tommy Trash, BroSafari, dan lainnya. Ia juga berkesempatan untuk me-remix beberapa lagu dari DJ internasional seperti Rave Radio, KapSlap, dan lainnya.

“Sebenernya gue udah pernah kontakan sama DJ Snake juga untuk mendengarkan single gue juga. Cuma ya gue nggak tahu sih udah didengerin atau belum, hahaha…” tutur pria yang akan merilis single bernuansa EDM awal tahun baru nanti.

“Gue denger lagu gue dibawain sama David Guetta itu dari orang di soundcloud atau di media sosial mana gitu gue lupa, kasih tahu gue kalau lagu gue dibawain sama David Guetta. Dari situ gue mulai berani lah untuk fokus membuat lagu-lagu yang memang pasarnya untuk orang-orang di luar negeri sana sih,” terangnya.

What an unlucky guy

Meski nama Bleu Clair sudah dikenal oleh orang-orang di luar negeri sana, situasi sebaliknya terjadi di negeri sendiri. Nama tersebut belum lah dikenal oleh orang-orang di sini. “Ya, paling bener-bener sama orang-orang yang menggeluti musik-musik elektronik underground sama temen-temen sesama produser juga sih,” aku Kurni.

Biarpun namanya sudah dikenal di luar negeri sana, tapi tetap saja Kunco tak jua beranjak untuk tampil di panggung internasional. Ada beberapa acara internasional yang sempat mengontaknya dan mengajak untuk bermain, tapi…

“Ya nggak jadi karena setelah panitianya hitung-hitung untuk transport-nya, bawa gue dari Indonesia ke tempatnya ternyata ongkosnya mahal, hahaha… Ya jadi gue belum beruntung aja sih untuk bisa tampil di luar negeri, biarpun banyak yang undang juga, termasuk acara underground ternama di UK tuh…” papar pria yang ingin Bleu Clair semakin dikenal di Indonesia ini.

Single Bleu Clair featuring Kamga ‘Dekat’, Mimpi Jadi Nyata akan dirilis Januari mendatang. (Dokumentasi Bleu Clair)

Tantangan pendengar di Indonesia

Menyadari dirinya perlu menunjukkan taji di Indonesia, Januari mendatang Bleu Clair akan merilis single berjudul Mimpi Jadi Nyata di mana Kamga ‘Dekat’ mengisi vokal untuk lagu yang liriknya dibuat oleh Abenk Alter ini.

“Kenapa gue memilih Kamga? Karena waktu gue mendengarkan Dekat, suaranya itu unik, menarik, dan yaaa… Asik banget aja gue dengerinnya. Dan dia bisa bawain feel dari lirik yang dibuat Abenk,” tuturnya.

“Jadi lagu ini tentang perjalanan gue yang memang ingin membuktikan kepada orang tua gue dan juga dunia, kalau pilihan gue berkecimpung di musik ini tuh bisa terbukti baik. Karena jujur sama orang tua gue nggak didukung, padahal kita boleh memilih untuk jadi apa kan. Makanya gue cerita sama Abenk, curcol sih, terus dia bikin liriknya, gue bikin aransemen musiknya, Kamga isi vokal, dan mudah-mudahan Januari nanti keluar bisa dapat respon yang bagus,” jelas pria kelahiran 21 April 1995.

Masih kata pria yang juga me-remix lagu Midnight Quickie terbaru Begitu Indah ini, untuk lagu Mimpi Jadi Nyata nanti Ia memastikan lagunya akan enak didengarkan kapan pun dan di mana pun bagi para penikmat musik di Indonesia.

“Karena untuk Mimpi Jadi Nyata gue bikinnya lebih EDM sih. Banyak vokal dan tentu juga orang-orang tahu Kamga kan? Jadi dengan orang-orang tahu Kamga, lewat lagu ini orang-orang juga akan tahu siapa itu Bleu Clair,” tandas Kurni yang masih berstatus sebagai mahasiswa ini.

The post Bleu Clair, Antara Go International dan Tantangan di Indonesia appeared first on HangOut Indonesia.

Dec 27, 2016 5:45 AM
Music Night 2016
Begini kemeriahan berlangsungnya Music Night 2016.

Music Night merupakan acara musik tahunan yang diadakan oleh Student Board S1 Prasetiya Mulya sebagai malam keakraban seluruh keluarga Prasetiya Mulya dari pihak internal maupun eksternal sekaligus sebagai acara penutupan akhir tahun.

Pada tahun ini, Student Board S1 Prasetiya Mulya kembali menyelenggarakan Music Night2016 yang telah dilaksanakan Selasa (13/12) lalu, di Lapangan PMBS Building, Universitas Prasetiya Mulya. Acara ini berhasil menghadirkan kurang lebih sekitar 1.550 pengunjung baik dari internal maupun eksternal Prasetiya Mulya.

Tahun ini Music Night kembali membawa suasana yang baru untuk mengenang masa lalu di tahun 90-an dengan tema Rollin With The Homies dan tagline “Play the music, Pause the moment, and Rewind the memories”. Iringan musik dan dekorasi tahun 90-an sangat mendukung acara Music Night 2016 sehingga membuat para pengunjung kembali mengenang masa lalu.

Acara ini dibuka dengan kata sambutan oleh ketua dan wakil acara Music Night 2016. Dilanjutkan dengan penampilan DJ, StompPercussion, Modern Dance, 4 band dari hasil band competition, Tari tradisional Sasikirana, Featuring Band, dan ditutup oleh penampilan dari Guest Star Music Night. Tahun ini, Music Night kembali mendatangkan 2 guest star yaitu Teza Sumendra dan RAN yang menyanyikan beberapa lagu hitsmereka.

RAN menyanyikan beberapa lagu seperti Pandangan Pertama, Dekat di Hati, dan Jadi Gila. Sedangkan Teza menyanyikan beberapa lagu diantaranya I Want Your Love dan Girlfriend.Hal ini menambah kemeriahan acara Music Night karena lagu-lagu yang dibawakan oleh para Guest Star sangat mendukung tema acaraMusic Nightkali ini dan berhasil mengajak seluruh pengunjung ikut bernyanyi.

Teza Sumendra tampil membawakan lagu-lagu hits.

Di penghujung acara, RAN menyanyikan lagu andalannya yaitu Pandangan Pertama, diikuti oleh pesta kembang api yang sangat meriah sebagai tanda berakhirnya Music Night 2016.

Selama acara berlangsung, para pengunjung juga dapat menikmati 18 Food and Beverages Tenants, Photobooth, Fortune Teller, dan games yang menambah kesenangan para pengunjung. Terima kasih untuk media partners, sponsor, para pengunjung, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara Music Night 2016. See you in Music Night 2017!

The post Gelaran Music Night 2016 Prasetiya Mulya Berlangsung Meriah appeared first on HangOut Indonesia.

Dec 19, 2016 8:41 AM
Tipe Penonton
Apakah Anda tipe penonton konser musik yang doyan selfie di depan artis idola Anda? (Foto oleh Satria Perdana)

Setiap kali kita mengunjungi sebuah acara musik, baik itu festival ataupun konser musik, seringkali kita menemukan beragam orang menikmati musik. Para penonton tersebut ada yang memang benar-benar menikmati musiknya, mulai dari menganggukkan kepala, berjoget, berteriak, ataupun mendokumentasikan artis favoritnya dengan smartphone kesayangan.

Kita akan menemukan banyak sekali tipe-tipe penonton konser musik mulai dari yang bisa kita anggap wajar, sampai yang bisa benar-benar mengganggu.

“Kalau gue sih jujur memang nggak suka sama orang yang menonton konser musik itu dokumentasiin pake hape sih. Soalnya dari belakang tuh menghalangi banget,” terang Rizky, salah satu penikmat musik yang sering datang ke konser-konser musik artis internasional.

Lain halnya cerita Lutfi, yang pernah mengunjungi beragam konser musik, termasuk konser salah satu idol group yang sempat fenomenal 3 tahun lalu, JKT48.

“Ada orang-orang yang mestinya nonton mah nonton aja ya, mereka nih sampai joget-jogetnya tuh ambil space sendiri dan ganggu orang-orang yang di belakang. Namanya wotagei dan katanya mereka nari untuk para idol yang mereka suka. Padahal tinggal nikmatin aja konsernya, capek teriak-teriak atau nyanyi bukan malah joget sendiri,” terang pria berkacamata ini yang juga mulai bekerja sebagai EO kecil.

Melihat dan mengamati para penonton di setiap konser atau festival memang menarik. Ada yang sampai benar-benar totalitas berdansa, ada yang benar-benar kehabisan suara karena ikut bernyanyi dengan artis tercintanya, bahkan ada juga yang diam saja.

Seperti apa sih Anda menikmati musik? Merekam dengan smartphone? Berjoget? Atau malah hobi body surfing? (Dokumetnasi Pixabay)

Beragam tipe-tipe penonton konser ini sempat dirangkum dalam sebuah video yang dibuat oleh Youtuber bernama Jared Dines. Jared sendiri memang merupakan orang yang sering mengunjungi konser musik.

Dalam akun Youtubenya, Jared juga seringkali berbagi video kelihaiannya memainkan drum, bass, dan juga gitar, bahkan vokal. Namun dibalut dengan gaya yang nyeleneh. Termasuk dengan tipe-tipe penonton konser.

Nah, kira-kira bila Anda merupakan salah satu penonton konser musik atau festival musik, tipe yang seperti apa kah Anda?

Kalau bukan yang di atas, mungkin Anda termasuk tipe penonton seperti di bawah ini…

The post Tipe Penonton Konser Musik Seperti Apakah Anda? appeared first on HangOut Indonesia.

Dec 19, 2016 8:15 AM
501st Legion Indonesia
501st Legion merupakan komunitas kostum Star Wars yang langganan hadir dan menjadi objek foto di Comic Con dan acara pop culture lainnya. (Foto oleh Satria Perdana)

Kalau Anda beberapa waktu lalu datang ke Indonesia Comic Con dan juga mungkin baru-baru ini mengunjungi pameran Star Wars di Pacific Place, pasti Anda menemukan beberapa orang mengenakan kostum Star Wars. Mulai dari Stormtrooper, Princess Leia Organa, dan tentu saja tokoh antagonis ikonik Darth Vader.

Mereka yang memakai dan memiliki kostum tersebut tergabung dalam sebuah komunitas kostum Star Wars yang resmi dan diakui oleh Lucasfilm bernama 501st Legion. Semua kostum yang digunakan sangat detail dan mirip sekali dengan apa yang Anda lihat di film-film yang lahir dari tangan George Lucas tersebut.

501st Legion sendiri tersebar di berbagai belahan dunia, Indonesia termasuk salah satunya. Tapi 501st Legion sendiri bukanlah sembarang komunitas. Karena mereka memiliki standar kostum sendiri yang sudah diresmikan oleh Lucasfilm.

“Kami punya standar kostum sesuai apa yang ada seperti di film. Jadi standar kostum kami itu adalah standarisasi Lucasfilm. 501st Legion itu tersebar di mana-mana dan kalo di Indonesia, adanya sementara di Jakarta,” ujar Lie Felicia, ketua 501st Legion Indonesia waktu ditemui beberapa waktu lalu.

Komunitas ini fokus pada kostum-kostum imperial atau karakter-karakter antagonis di film yang membesarkan nama Harrison Ford tersebut. Paling banyak sih, mereka berperan sebagai imperial, dan kini mulai bergeser ke First Order, seperti dalam episode ketujuh, The Force Awakens.

“Kalau saya punya kostum imperial ya. Kalo temen-temen saya yang lain, dominan jadi Stormtrooper dan ada satu yang jadi Darth Vader,” tutur Lie.

“Biarpun karakter yang kami perankan itu karakter-karakter antagonis, tapi kami melakukan sesuatu yang baik. Seperti bikin kegiatan sosial, karena memang itu lah tujuan kami ada. We’re bad guys doing good, hahaha…” tambahnya.

Komunitas ini terbuka kok untuk siapa saja yang suka sama Star Wars. Apalagi buat yang suka banget sama kostum-kostum Stormtrooper atau Boba Fett, sampai Darth Vader.

Kalau tertarik bergabung, ada beberapa fakta yang mesti Anda ketahui lebih lanjut apabila Anda tertarik untuk berkontribusi bersama 501st Legion Indonesia.

Fakta nama 501st Legion

Sebelum Anda bergabung, Anda harus tahu sedikit sejarah dari 501st Legion. Bagi Anda fans sejati dan tahu segalanya tentang Star Wars, pasti tau apa nama ini. Bagi yang belum tahu dan baru jatuh hati dengan Star Wars, 501st Legion atau 501st Battalion adalah unit Clone Trooper yang termasuk dalam Grand Army of the Republic pada masa Clone Wars yang dipimpin Anakin Skywalker. Ketika Anakin jatuh ke dark side of the force, pasukan ini tetap mengikuti perintah Anakin yang kemudian mendapatkan nama Sith Lord menjadi Darth Vader.

Semua detail kostum para anggota 501st Legion benar-benar detail dan persis sesuai standar Lucasfilm. (Foto oleh Ramadan Tobing – 2015)

Komunitas yang selalu membuat charity

Komunitas ini sering sekali membuat beragam charity. Nggak cuma di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Namun para anggotanya tidak bisa sembarangan tampil di tempat umum.

“Kegiatan kami ini emang banyak sekali charity-nya. Di seluruh dunia. Jadi kami bukan sekedar tampil dan foto bareng fans, tapi juga bekerja sama dengan lembaga sosial untuk charity,” ujar Lie yang bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta.

“Misal 501st Legion Indonesia mau bikin atau ikutan event, harus ada laporannya dulu ke pusat, which is ke Amerika Serikat. Terus Lucasfilm dan Disney juga mesti tahu kita mau ngapain, karena kita kan under mereka ya. Jadi kita nggak bisa sembarangan bikin event. Tapi kita sebenernya bisa aja tampil, tapi atas nama pribadi atau fans, bukan pakai nama 501st,” jelas Lie yang mengaku untuk membuat pin pada baju imperial harus mencari item-nya ke tukang elektronik dan di-custom sesuai standar ini.

Meski kostumnya mahal, tapi worth sekali

Untuk membuat kostum yang sesuai standar Lucasfilm di komunitas ini kita harus mengeluarkan uang yang cukup tebal. Kostum standar Lucasfilm juga lah yang menjadi salah satu syarat bergabung dengan 501st Legion.

“Hahahaha… Iya, memang untuk ini (membuat kostum) adalah masalah mungkin buat orang-orang yang mau gabung sama kita. Soalnya seperti yang dibilang tadi, kostum kita kan standar Lucasfilm, jadi memang kita mesen dari luar negeri dan itu nggak langsung jadi kostumnya gitu, kita harus ngerakit sendiri. Terus untuk senjatanya juga kita mesti bikin sendiri, tapi detilnya bisa diliat di websitenya 501st Legion atau Lucasfilm juga sih,” beber Lie.

“Untuk kostumnya sendiri bermacam-macam ya harganya. Stormtrooper saja untuk kostum sampai jadi sekitar Rp 9 jutaan ya. Tapi kalau sudah masuk Indonesia kena pajak dan lain-lain bisa dua kalinya. Itu temen saya, yang jadi Darth Vader aslinya kan Rp 38 juta, tapi pas masuk sini ya kira-kira Rp 50 juta lah. Tapi itu semua asli dan kalau mau beli, kita mesti ngukur dulu sama badan kita. Mahal memang, tapi worth it,” jelas Lie terkekeh bercanda.

Karena penasaran, kami pun mencoba surfing cari-cari di mana mereka bisa mendapatkan kostumnya. Wellit’s worth ternyata, tapi ya memang agak mahal sih. Anda bisa cek detil kostumnya di Anovos, tapi ya kalau mau beli harus nabung dulu nampaknya. Karena beberapa item tidak dapat dikirim langsung ke Indonesia…

The post Seluk Beluk 501st Legion, Komunitas Kostum Star Wars Resmi appeared first on HangOut Indonesia.

Dec 19, 2016 7:46 AM
Fightsaber Indonesia
Ini dia komunitas Fightsaber Indonesia. Kalau Anda ingin menjadi Sith atau Jedi, bisa bergabung dengan komunitas ini. (Dokumentasi Fightsaber Indonesia)

Desember tahun ini menjadi bulan paling dinantikan para penggemar film Star Wars dan juga Anda yang mungkin sudah terlanjut menonton Star Wars Episode VII: The Force Awakens tahun lalu. Pasalnya film spin-off paling dinantikan, Rogue One: A Star Wars Story dirilis dan kini menjadi perbincangan di mana-mana, termasuk di tongkrongan Anda.

Setelah menonton Rogue One, Anda mungkin penasaran dan ingin mengoleksi segala hal berbau Star Wars, baik yang baru tahu filmnya maupun yang sudah mengikuti salah satu franchise terlaris sepanjang masa tersebut. Atau mungkin justru Anda malah ingin menjadi bagian dari franchise yang lahir dari tangan George Lucas tersebut dengan menjadi salah satu sosok ikoniknya, Sith ataupun Jedi.

Bagi Anda yang setelah menonton Rogue One malah rindu dengan pertarungan ligthsaber dan ingin mencari komunitas yang aktif bermain lightsaber, perkenalkan Fightsaber Indonesia. Di komunitas ini Anda akan belajar performance koreografi bertarung ala Jedi dan Sith, dan Anda juga akan mendapatkan referensi untuk membuat replika lightsaber-nya. Menariknya, komunitas ini merupakan komunitas resmi yang diakui oleh Lucasfilm, selaku pembuat film Star Wars Saga, sama dengan 501st Legion.

“Tapi kan kalau 501st Legion itu fokus pada kostum ya, dengan standar detail segala macem dari Lucasfilm. Kalau Fightsaber, kami ini fokusnya ada pada koreografinya. Jadi gaya bertarung Jedi dan Sith yang ada di Fightsaber benar-benar diambil dari film dan Star Wars Universe,” ujar Syafiq, anggota Fightsaber yang mengaku ingin menjadi Sith, tapi beberapa kali malah disuruh jadi Jedi.

Fightsaber ini merupakan gabungan dari beberapa komunitas Star Wars serupa yang ada di beberapa negara ASEAN, seperti  Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan Indonesia.

“Di Fightsaber kita bakal banyak mempelajari bagaimana memainkan lightsaber. Karena ada beberapa formasi untuk bertarung,” tutur Rieke, salah satu anggota paling senior di Fightsaber Indonesia.

“Di sini, kita selain belajar membuat form-nya, habis itu ada sparring-nya juga dan ada battle benerannya. Jadi nggak sekedar perform. Buat saya ini  menyenangkan. Karena rata-rata anak-anak di sini pada pengen nyoba battle pake lightsaber itu seperti apa sensasinya, seperti di film, hahaha…” timpal Syafiq.

Komunitas Fightsaber Indonesia biasanya tampil di acara pameran Pop Culture dan exhibition Star Wars. (Foto oleh Satria Perdana – 2015)

Fokus pada penampilan dan koreografi

Tidak punya kostum Star Wars? Bukan masalah kok! Bagi komunitas ini, urusan kostum adalah urutan kesekian.  Yang jauh lebih penting adalah kemampuan untuk meniru gerakan dan koreografi para Jedi dan Sith di Star Wars Universe. Dan itu bisa dilatih secara rutin, baik dengan memerhatikan film maupun ngumpul bareng komunitas ini. Karena lebih ringkas, komunitas ini cenderung lebih mudah dan otomatis lebih sering tampil, serta terekspos lebih banyak di tempat umum. Biasanya juga mereka sering tampil di beberapa acara pop culture kayak Indonesia Comic Con nih.

“Soalnya kita kan fokus pada koreografi kan. Jadi jelas kita lebih banyak perform dan nggak begitu fokus pada masalah kostum ya,” tutur Syafiq.

Tiap anggota saling bantu untuk bisa menjadi Jedi atau Sith

Meskipun tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membuat kostumnya, tapi untuk membuat lightsaber, Anda tetap harus mempersiapkan budget antara Rp 1,5 juta – Rp 5 jutaan.

“Meskipun cuma buat perform, tapi standar yang kami pakai adalah lightsaber untuk battle. Hilt (gagang lightsaber, RED.) – nya harus dari besi dan lasernya dari bahan carbonite yang keras, supaya kuat dan nggak gampang rusak kalau diadu. Jadi bisa dipakai lumayan lama,” tutur Syafiq.

“Bikin lightsaber yang bisa menyala saja itu Rp 1 jutaan sih. Tapi ada yang warnanya bisa ganti-ganti dan ada sound-nya, itu pake soundboard, bisa sampai Rp 5 jutaan,” timpal Edwin, salah satu anggota Fightsaber lainnya.

Tapi tenang saja, bila Anda belum ada budget-nya, setiap anggota di komunitas ini akan saling membantu satu sama lain dengan subsidi silang.

“Kalau ada yang mau gabung, tapi uangnya belum ada, kami bisa bantu. Kadang-kadang ada anggota yang mau minta tolong, pada lari ke saya tuh minta bantuin bikin kostum atau hal lainnya, hehehe…” tutur Rieke yang memilih warna ungu sebagai warna lightsabernya.

Basecamp di Patung Panahan Gelora Bung Karno Senayan

Komunitas satu ini bisa dibilang komunitas yang tidak pakai ribet sama sekali. Misalkan Anda atau ada fans Star Wars mau bergabung dengankomunitas Fightsaber Indonesia ini, Anda tinggal ikut latihannya saja yang biasa digelar di dekat Patung Panahan Gelora Bung Karno atau di dekat lapangan Baseball utama.

“Ikut latihan aja! Nanti bisa milih tuh mau jadi Jedi atau Sith pas udah beberapa kali latihan,” tegas Syafiq.

“Iya, ikut latihan saja, yang rutin, nanti bisa gabung bersama Fightsaber Indonesia. Kami kalau latihan itu setiap Senin dan Kamis, dari jam 2 siang sampai 6 sore, tapi biasanya bablas juga sih, hahaha…” tandas Rieke.

Tertarik bergabung?

The post Mengenal Fightsaber Indonesia, Komunitas Fans Star Wars appeared first on HangOut Indonesia.

Dec 19, 2016 3:47 AM
Spider-Man: Homecoming
Spider-Man: Homecoming merupakan salah satu film yang paling ditunggu di dunia perilisannya. Anda termasuk salah satu yang menunggunya?

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tahun 2017 merupakan tahunnya film-film bioskop. Segudang film bioskop dari beberapa production house ternama seperti Marvel, Lionsgate, Universal, Lucasfilm, dan lainnya akan merilis film-film yang memang sudah ditunggu-tunggu sepanjang 2016 ini.

“2017 itu kayak lebarannya anak-anak yang suka film. Banyak banget film yang dirilis dan rata-rata memang pengen gue tonton semua. Banyak sekuel dan film-film yang emang bagus juga sih,” kata Verel yang merupakan salah satu penggila film-film superhero.

“Kalau disuruh pilih mana film yang harus ditonton, kayaknya gue akan memilih semua filmnya, hahaha… Tapi yang nggak boleh dilewatkan sih ya Star Wars Episode VIII akhir tahun sih, karena film akhir tahun banget dan kebetulan gue emang ngikutin,” tutur Ade, fans Star Wars dan juga penikmat film-film superhero dan animasi.

Apa saja kira-kira film yang harus Anda tonton di tahun 2017 nanti?

Power Rangers

Kalau Anda anak yang lahir di tahun 1990-an pasti tahu Power Rangers yang masih diperkuat Jason, Kimberly, Trini, Zack, dan Billy. Dengan karakter yang sama dan pemeran-pemerannya yang lebih muda (tentu saja) Anda akan diajak untuk mengeksplor cerita baru Power Rangers di film yang akan tayang 24 Maret 2017 nanti. Meski ada pro-kontra soal kostum, Zord, dan penampilan dari Alpha5, film ini tetap menjadi pilihan wajib Anda saat datang ke bioskop.

Logan

Film ini merupakan film terakhir Hugh Jackman memerankan karakter penting di dunia Marvel dan tentu saja X-Men, Wolverine dan akan tayang 3 Maret 2017. Bersama Professor X yang kondisinya tidaklah baik, Logan harus menyelamatkan seorang anak yang diketahui memiliki nama Laura dan seorang mutan dengan kode X-23 yang kekuatannya mirip dengan Logan dari kejaran para pembasmi mutan. Tentu saja film terakhir trilogi Wolverine ini patut ditonton lantaran akan menjadi penutup manis bagi Hugh Jackman yang kurang lebih sudah 16 tahun berperan sebagai Wolverine.

Spider-Man: Homecoming

Ya, ini dia film yang paling ditunggu-tunggu tidak hanya oleh para fans Marvel, tapi juga penikmat film yang suka superhero. Sejak penampilannya di film Captain America: Civil War, Spider-Man versi Tom Holland memang dinanti-nantikan stand alone-nya. Pasalnya selain segi cerita yang lebih menarik dan versi yang lebih muda dan lebih “rusuh”, film ini juga diperkuat Robert Downey Jr. alias Tony Stark yang turut hadir dalam film yang akan dirilis 7 Juli 2017.

Guardians of the Galaxy Vol.2

Film Marvel lainnya yang tidak kalah menarik lainnya juga kembali di tahun 2017. Tayang pada 25 April mendatang, Star-Lord dan kawan-kawan akan melanjutkan petualangan di luar angkasa, tapi kali ini bersama beberapa mantan musuh mereka di film pertama. Ceritanya sendiri dikabarkan sudah mulai terhubung dengan beberapa film dari Marvel Cinematic Universe sebelumnya. Tentu Anda penasaran sekali bukan?

Transformers: The Last Knight

Mungkin memang film ini seharusnya menjadi yang terakhir. Karena bagi beberapa penikmat film dan bahkan fans Transformers sendiri mengatakan seharusnya cerita Optimus Prime dan kawan-kawan berhenti di film ketiga. Namun, memang film ini tidak boleh dilewatkan karena kita akan diajak melihat Optimus yang merupakan pimpinan Autobots, tiba-tiba membelot. Film ini sendiri akan tayang 23 Juni nanti.

Wonder Woman

Sejak kemunculannya di film Batman V Superman, Wonder Woman sudah mendapatkan rencana untuk dibuatkan filmnya sendiri. Gal Gadot memang dianggap sudah klop memerankan superhero yang terkenal dengan perisainya ini. Ceritanya sendiri akan berkutat pada awal mula lahirnya sosok Wonder Woman di masa perang dunia. Tentu Anda baru akan tahu cerita lengkapnya saat film ini dirilis 2 Juni 2017.

Ghost in the Shell

Diadaptasi dari anime berjudul sama, tapi diperankan oleh aktris cantik dan seksi Scarlett Johansson malah membuat film ini awalnya dikritik oleh para fans Ghost in the Shell. Namun, setelah trailer-nya muncul, perlahan para fans dan penikmat film layar lebar justru memberikan pujian karena hampir keseluruhan trailer-nya mirip dengan anime-nya. Penasaran bukan dengan film yang akan dirilis 31 Maret nanti?

Kong: Skull Island

Ini merupakan film yang wajib ditonton bila Anda sudah menonton Godzilla yang dirilis 2014 lalu. Kenapa? Karena film yang akan rilis 10 Maret nanti akan memiliki hubungan langsung dengan film Godzilla vs Kong yang rencananya akan dirilis 29 Mei 2020. Namun, kali ini cerita dari King Kong akan sedikit lebih gila dari pendahulunya yang tentu saja akan lebih seru.

Thor: Ragnarok

Thor: Ragnarok akan kembali melanjutkan konflik cerita di antara Thor dan Loki.

Cerita untuk film yang akan dirilis 3 November mendatang ini memang belum beredar secara resmi. Namun, film ini tidak hanya akan menghadirkan konflik baru yang akan ditemui Thor dan Loki, tapi juga kehadiran Hulk dan juga pendatang baru di Marvel Cinematic Universe, Doctor Strange. Tidak sabar kan?

Star Wars Episode VIII

Film paling ditunggu dan wajib ditonton akhir 2017 mendatang, Star Wars Episode VIII

Di akhir 2017 nanti, tentu Anda akan kembali bertemu dengan Star Wars dan kali ini dengan Episode VIII yang merupakan lanjutan dari The Force Awakens. Kisah selanjutnya dari perjalanan Rey dan kawan-kawan saat menemukan Luke Skywalker ini akan dirilis 15 Desember mendatang. Ceritanya sendiri belum banyak beredar seperti apa, tapi yang jelas merupakan film yang wajib ditonton bagi Anda para fans Star Wars dan juga penikmat film.

The post 10 Film Bioskop yang Harus Ditonton di Tahun 2017 appeared first on HangOut Indonesia.

Dec 16, 2016 5:34 AM
DWP 2016
DJ Snake menjadi salah satu magnet penutup DWP 2016 yang paling meriah dan mendapatkan sambutan hangat dari para pengunjung di hari terakhir, 10 Desember. (Foto oleh Amos Anugrah)

Tidak terasa gelaran festival paling dinanti-nantikan akhir tahun ini, Djakarta Warehouse Project 2016 telah berlalu. Kurang lebih satu minggu lalu dance music festival terbesar di Asia Tenggara yang kerap disapa DWP 2016 ini menghadirkan banyak sekali memori dan keseruan selama dua hari penyelenggaraannya, Jum’at (9/12) dan Sabtu (10/12).

33 DJ mancanegara dan 24 DJ Indonesia sukses menghibur kurang lebih 90.000 pengunjung yang datang ke festival garapan Ismaya Live ini di JIEXPO Kemayoran, Jakarta yang memiliki tiga panggung, Garudha Land Stage, Neon Jungle Stage, dan Cosmic Station Stage, plus Life In Color Kingdom di hari kedua yang menggantikan Neon Jungle.

Selama dua hari penyelenggaraan, banyak sekali keseruan yang dirasakan dan sampai saat ini tentu juga dirindukan, walau baru dalam hitungan minggu berlalu.

Life In Color Kingdom meninggalkan keseruan dan pengalaman yang tak terlupakan. (Foto oleh Amos Anugrah)

Life In Color Kingdom yang bikin berwarna

Bagi sebagian pengunjung DWP 2016, panggung Life In Color Kingdom tentu adalah sebuah panggung yang paling dirindukan. Pasalnya mandi air dan mandi cat yang membuat tubuh kita berwarna-warni ini merupakan pengalaman yang paling berkesan karena ini adalah kali kedua panggung tersebut kembali ke gelaran ini.

“Emang pengen banget ngerasain panggung ini sih. Soalnya 2014 kemarin gue nggak kesampaian gara-gara nggak bawa baju ganti dan asik di panggung utama, hahaha…” tutur Abay, salah satu pengunjung yang paling menantikan adanya Life In Color Kingdom.

Faded jadi lagu paling ditunggu saat Alan Walker tampil. (Foto oleh Amos Anugrah)

Faded-nya Alan Walker

Salah satu talenta muda di dunia dance music, Alan Walker, menjadi salah satu performer yang wajib ditonton sebagian pengunjung DWP 2016. Karena sejak kemunculannya sampai sekarang lagu Faded menjadi hits dan ditunggu-tunggu live-nya di festival ini.

“Dibawain terakhir sih tadi. Gue udah nunggu dibawain dari awal, tapi emang udah feeling juga sih kalau pasti jadi lagu penutup. Dan emang Alan sih menurut gue harus dibawa lagi sih tahun depan, hahaha… Soalnya emang musik yang dibawain enak-enak dan pas dia tampil emang cool banget,” tutur Adam, yang datang ke DWP 2016 hari pertama tampil sporty bersama teman-temannya.

Meski merupakan DJ paling top di dunia, Martin Garrix tetap rendah hati. (Foto oleh Amos Anugrah)

Martin Garrix yang merindukan crowd Indonesia

Kalau dari sisi para performer, nampaknya apa yang dirasakan DJ nomor 1 dunia saat ini, Martin Garrix mewakili para DJ mancanegara lainnya. Ya, Garrix merindukan penonton dan penggemarnya di Indonesia.

I really miss the crowd. The energy is crazy. Saya akan selalu merindukan Indonesia karena energi orang-orang di depan saya benar-benar luar biasa,” kata DJ muda berbakat yang sangat baik ini di belakang panggung.

Panggung paling luar biasa di DWP 2016, the mighty Garudha Land Stage and the awesome crowds. (Foto oleh Amos Anugrah)

Kemegahan Garudha Land

Ya, kira-kira sebagian besar pengunjung memang akan merindukan kemegahan Garudha Land Stage yang memang sangat megah dan tentu menjadi magnet tersendiri bagi mereka yang mengincar nama-nama besar seperti Zedd, DJ Snake, sampai Hardwell.

“Kepala Garudanya sekarang bisa gerak-gerak! Hahaha… keren banget asli dan gue suka banget dengan visualnya. Menurut gue ini DWP terbaik yang pernah gue datengin,” terang Cynthia yang datang ke DWP berdua saja bersama kekasihnya.

LIHAT JUGA: Photo Gallery – Djakarta Warehous Project 2016

Bagaimana dengan Anda? Apa yang paling Anda rindukan dari DWP 2016 kemarin?

The post 4 Hal yang Dirindukan dari DWP 2016 appeared first on HangOut Indonesia.

Dec 15, 2016 9:19 AM
Jyn Erso Rogue One
Rogue One: A Star Wars Story, menjadi salah satu film yang wajib ditonton akhir tahun ini.

Salah satu film paling ditunggu tahun ini akhirnya keluar juga di Indonesia. Ya, para fans Star Wars pun jadi yang paling tidak sabar menantikan kehadiran spin-off film garapan Lucasfilm ini, Rogue One: A Star Wars Story.

Film yang dibintangi oleh Felicity Jones, Diego Luna, Ben Mendelsohn, Donnie Yen, Madas Mikkelsen, Alan Tudyk, Jiang Wen, Riz Ahmed, dan Forest Whitaker ini sukses menyita perhatian dunia. Sebagian besar para kritikus pun memuji film ini. Review sejumlah media besar di dunia pun demikian.

Rogue One sendiri bercerita tentang kelompok kecil Rebel Alliance yang berusaha mencuri data plan atau cetak biru dari senjata mematikan milik Empire yang sangat ikonik sejak penampilan perdananya 1977 lalu di film originalnya Star Wars, Death Star.

Felicity Jones yang berperan sebagai Jyn Erso dan Diego Luna sebagai Kapten Cassian Andor, dibantu oleh droid Imperial yang di-setting ulang untuk membantu Rebel Alliance berusaha mati-matian untuk dapat mencuri cetak biru Death Star. Mereka pun harus kejar-kejaran dengan tokoh antagonis di film ini, Orson Krennic yang diperankan Ben Mendelsohn.

Dengan menonton spin-off yang disutradarai oleh Gareth Edwards ini, Anda akan diajak untuk kembali ke perang klasik. Tentu saja Anda akan merasakan dan turut serta dalam seperti apa saja konflik yang terjadi beberapa jam sebelum film Star Wars Episode IV: A New Hope mulai serta nostalgia paling ditunggu-tunggu, kehadiran Darth Vader dalam layar lebar walau hanya sebentar, tapi suaranya masih diisi oleh James Earl Jones.

Setelah nonton Rogue One, apa yang harus dilakukan?

Bagaimana akhirnya Jyn Erso mendapatkan data plan Death Star?

Bagi Anda yang merupakan seorang first timer di dunia Star Wars atau yang baru tahu soal Star Wars tentu ada banyak hal yang perlu dilakukan agar dapat mengerti dan tentu saja update dengan obrolan terkini di tongkrongan. So, untuk yang baru tahu Star Wars sejak The Force Awakens nampaknya harus melakukan beberapa hal berikut ini:

    • Menonton Star Wars Episode IV: A New Hope. Yes, Anda harus menontonnya agar dapat mengerti film dan franchise yang ceritanya berkisar pada keluarga Skywalker. Ya, intinya tonton saja. “Gue mesti nonton lanjutannya nih kata temen gue. Biarpun katanya gue udah nonton yang ketujuh tahun lalu, kata temen gue harus nonton dari episode pertamanya malah, yang original dan sekuel, hehehe…” terang Melissa, salah satu penonton yang beruntung ikut premierenya di Gandaria City, Jakarta Selasa (13/12) kemarin.
  • Menonton serial Star Wars Rebels. Well… memang untuk dapat “nyambung” dengan cerita Rogue One, ada baiknya Anda menonton serial Star Wars Rebel yang tayang di Disney Channel. Karena ada beberapa plot yang cukup berkaitan dan ada beberapa easter eggs yang berhubungan dengan serial tersebut. “Gue sih sebelumnya belum nonton Rebels secara lengkap ya. Pas nonton Rogue One, gue pikir kayaknya emang harus nonton serialnya juga sih. Karena tadi gue liat ada beberapa karakter di Rebels juga yang muncul sekilas banget!” terang Alvien, salah satu penonton lainnya.

Bila sudah “khatam” dengan Star Wars, setelah menonton film ini, apa yang perlu dilakukan ya?

Salah satu trooper yang tengah digilai fans Star Wars, Deathtrooper.

 

  • Bikin kostum Deathtrooper. “Habis menonton film ini ya jelas lah, gue mau bikin kostum Deathtrooper. Belum punya kostum apa-apa sih, tapi akhirnya gue mutusin untuk bikin Deathtrooper, hahaha…” ujar Rizki, salah satu penonton premiere yang memang sudah lama ingin bikin kostum Star Wars sendiri.
  • Menunggu the next Star WarsYa, setelah menyelesaikan Rogue One, Anda harus kembali bersabar untuk dapat kembali menonton film Star Wars selanjutnya di Episode ke-8 yang akan dirilis Walt Disney pada Desember 2018.

Anyway, kalau belum nonton filmnya ada baiknya langsung saja deh menuju bioskop kesayangan Anda. May the force be with you

The post Apa Saja yang Harus dilakukan Setelah Menonton Rogue One? appeared first on HangOut Indonesia.

Dec 15, 2016 8:26 AM